Friday, 25 March 2016

Sitkom Anak SMA dalam Versi Anime

Review Anime: Danshi Koukousei no Nichijou/ Daily Lives of High School Boys


Jumpa kembali dalam ulasan anime bersama saya, penulis utama—dan satu-satunya—blog ini. Apa yang akan saya akan bahas dalam review ini adalah sebuah anime berjudul Danshi Koukousei no Nichijou (Daily Lives of High School Boys) atau Nichijou untuk lebih singkatnya. Anime ini dikategorikan sebagai anime komedi akan tetapi di dalamnya juga terdapat beberapa ciri-ciri anime slice-of-life. Tanpa menghamburkan banyak lagi kata-kata, mari kita mulai saja ulasannya. 

Visual

Berbicara mengenai visual dan gaya anime dari Nichijou ini, apa yang ditampilkan memang terlihat seperti anime akan tetapi tidak terlalu berlebihan seperti Kill la Kill dan tidak terlalu tajam seperti Psycho Pass

Hidenori sedang menikmati matahari yang sedang surut. 

Seperti yang bisa dilihat pada gambar di atas, tidak ada hal ataupun aspek visual yang benar-benar terlihat menonjol. Tidak dalam konteks yang negatif akan tetapi apa yang dihadirkan dalam anime ini terlihat seperti anime pada kebanyakan, dan apa yang ditekankan dalam anime ini pun pada dasarnya hanyalah kehidupan sehari-hari anak-anak sekolah. 

Kekerasan memang dihadirkan dalam anime ini akan tetapi hanya sebagai bagian dari adegan-adegan komedi yang diperlihatkannya. Apa yang dihadirkan terlihat layaknya kekerasan lucu yang diperlihatkan dalam Kill la Kill, walaupun tidak terlalu dilebih-lebihkan. Apa yang dipertunjukkan cukup membuat anime ini terlihat lucu. Selain itu, Nichijou juga mengikutsertakan ekspresi-ekspresi wajah lucu dalam menunjukkan reaksi-reaksi yang dimiliki oleh karakter-karakternya sebagai bagian dari aspek komedi yang dimiliki oleh anime ini.

Penokohan

Merujuk pada wiki, protagonis utama dari anime ini adalah Tadakuni, Hidenori dan Yoshitake. Walaupun demikian, peran mereka bertiga sebagai protagonis tidak membuat perhatian anime ini harus selalu ditujukan pada ketiga tokoh tersebut. 

Sebagian besar tokoh yang ada di Nichijou--dalam kostumnya masing-masing.

Banyak sekali tokoh-tokoh lain yang juga ikut tampil dalam anime ini. Masing-masing dari tokoh tersebut terlihat memiliki satu sifat utama tanpa adanya lapisan-lapisan kepribadian lain yang bisa menambah nilai penokohan mereka. Meskipun kedalaman karakter tiap tokohnya terlihat kurang, sebagai sebuah anime komedi anekaragam sifat yang diwakilkan oleh masing-masing tokoh dirasa cukup dalam hal menambahkan nilai-nilai humor ke dalam anime ini secara keseluruhan. Sebagai contohnya, sifat Mitsuo yang terlihat selalu mendapatkan kemalangan merupakan salah satu hal yang selalu membuat saya tertawa di saat menonton anime ini. Selain itu, pengisian suara dari masing-masing tokoh dirasa cukup baik dan cukup lucu di saat apa yang dihadirkan bisa sesuai dengan sifat dari masing-masing tokoh.

Sebagai tambahan untuk tokoh-tokohnya yang kebanyakan laki-laki, tokoh murid-murid perempuan pun juga dihadirkan dalam anime ini. Walaupun demikian, berbeda dengan banyak anime yang lain tokoh perempuan dalam Nichijou terlihat tidak dijadikan sorotan utama dibandingkan dengan tokoh-tokoh laki-lakinya. Beberapa tokoh perempuannya bahkan terlihat disensor dengan cara ditutupi bagian matanya oleh teknik pemberian bayangan atau shading, dan nama dari tokoh perempuan tersebut juga jarang sekali disebutkan. Beberapa tokoh perempuan lain juga ada yang tidak di-’sensor’ dan diperkenalkan secara biasa seperti tiga tokoh perempuan dalam bagian khusus perempuan di setiap episode dan Ringo-chan, sang ketua OSIS yang lucu dan tomboy. 

Alur

Berbeda dari anime kebanyakan, alur dalam Nichijou memang berlanjut akan tetapi apa yang dihadirkan dibagi menjadi beberapa segmen dalam setiap episodenya. Setiap segmen kecil memiliki judul dan temanya masing-masing, dan setiap segmen cenderung menekankan masalah anak sekolahan tertentu; dari rasa penasaran mereka dalam mengenakan rok anak perempuan hingga permainan peran yang mereka lakukan ketika menemukan seonggok tongkat di jalan. 

Beberapa segmen mengikutsertakan komedi fisik dan slapstick, beberapa segmen yang lain menghadirkan komedi verbal dan kontekstual—seperti sebuah sitkom mungkin. Segmen-segmen tersebut bisa membuat kita tertawa, akan tetapi beberapa dari mereka yang paling lucu adalah segmen-segmen dengan tema yang bisa kita hubungkan dengan kehidupan kita sehari-hari juga. Sebagai contohnya, segmen di mana Motoharu terlihat kesulitan untuk mengendarai sepeda karena ketidakmampuannya dalam mengendarai sepeda membuat saya tertawa terbahak-bahak—ya, saya tidak bisa naik sepeda, puas?

Segmen khusus perempuan di Nichijou.
Selain segmen-segmen kecil seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, masing-masing episode juga menyajikan sebuah segmen khusus setelah bagian penutup yang memiliki judul High School Girls Are Funky. Berbeda dengan perempuan di segmen biasa yang matanya diberi shading, kita dihadirkan tiga protagonis lain yang semuanya perempuan. Mereka bernama Yanagin, Ikushima dan Habara. Serupa dengan segmen para laki-laki, segmen ini berbeda-beda tiap episodenya. Jenis humor yang dihadirkan juga berbeda tiap episodenya akan tetapi secara umum tidak benar-benar berbeda di saat apa yang diperlihatkan merupakan komedi fisik atau komedi verbal dan kontekstual. Walaupun topik yang dihadirkan cukup sulit untuk bisa saya hubungkan dengan kehidupan pribadi saya, apa yang diperlihatkan cukup lucu untuk bisa membuat saya tersenyum dan tertawa.  
Kesimpulan

Ulasan ini bisa jadi merupakan salah satu ulasan yang paling pendek yang pernah saya tulis atau bahkan akan tulis di sini. Pendeknya ulasan ini tidak berarti bahwa anime ini jelek akan tetapi memang suatu hal yang sulit bagi saya untuk banyak berbicara karena memang tidak banyak hal yang bisa dibicarakan. Terkait aspek-aspek visual, tidak ada hal yang terlalu aneh ataupun spesial yang menonjol. Karakter-karakter yang dimilikinya banyak yang hanya memiliki satu lapisan sifat dan tidak banyak yang memiliki anekaragam sifat. Alurnya pun sangatlah sederhana seperti banyak sitkom yang ada di televisi.

Lagi, pendapat dangkal yang saya berikan tidak menunjukkan bahwa anime ini anime yang tidak bagus. Selera humor yang dihadirkan cukup baik akan tetapi hal paling lucu yang diperlihatkan bergantung pada tingkat kemampuan seseorang untuk menghubungkan apa yang dihadirkan dengan kehidupan sehari-hari mereka dan hubungan subjektif dengan apa yang disajikan. Saya bertanya pada beberapa teman saya yang sudah menonton anime ini, dan, memang benar, pendapat mereka berbeda-beda. Ada yang lebih suka segmen dimana Hidenori dan kawan-kawan berusaha mengambil tas yang nyangkut di atas pohon, ada juga yang lebih suka segmen cerita-cerita seram misalkan. Berbicara mengenai rating…saya akan memberikan 6 setengah untuk anime ini. Memang rendah karena…lagi, anime ini cenderung bergantung pada selera penontonnya masing-masing dalam hal tingkatan kesenangan mereka dalam menonton humor yang disajikan. Walaupun demikian, Nichijiou ini merupakan anime yang cukup bagus untuk ditonton ketika kalian sedang mengalami hari yang kurang baik dan memiliki niat untuk menonton sesuatu yang bisa membuat kalian tertawa. 

Referensi tambahan:
http://dailylivesofhighschoolboys.wikia.com/ 

No comments:

Post a Comment